PROSESI BISOK MENIQ DALAM MULUD ADAT
SUKU SASAK BAYAN
photo by: @antoxerror
Pada masyarakat adat Suku Sasak Bayan
maulid adat atau biasa oleh masyarakat setempat disebut mulud adat, perayaannya
dilaksanakan dengan sakral setiap prosesi yang dilakukan memiliki nilai serta
banyak makna yang terkandung didalamnya . Salah satu prosesi yang dilakukan dalam
mulud adat adalah bisok meniq (cuci
beras), kegiatan bisok meniq bukan sekedar membersihkan beras sebelum dimasak,
namun memiliki makna sejarah dan banyak nilai yang terdapat didalamnya.
Puluhan ibu rumah tangga yang
mengenakan pakaian tradisional berupa kain poleng dan ikat kepala tampak
berjalan keluar dari kampu Karang Bajo sambil membawa beras diatas kepalanya yang
ditaruh disebuah keraro/praras (baki yang terbuat dari anyaman bambu). Prosesi ini dipimpin oleh seorang yang disebut inen meniq.
Lokasi bisok meniq ini tidak pernah
diubah sejak zaman dahulu hingga sekarang yaitu di Lokoq Bajo (kali/sungai
bajo). Para ibu rumah tangga ini harus berjalan beriringan di jalan raya menuju
Lokoq Bajo. Dan sebagai syarat yang diperbolehkan mencuci beras ini adalah
perempuan yang suci (tidak dalam masa haid) dan sepanjang perjalanan tidak
boleh berbicara atau menoleh dan memotong jalan barisan.
Banyak nilai yang terkandung dalam
prosesi bisok meniq ini diantaranya terdapat nilai kekeluargaan yang tercermin
dari kebersamaan masyarakatnya menjalankan prosesi ini. Nilai keselarasan yang
terlihat dari pakaian adat yang mereka gunakan saat prosesi adat dilakukan, bak
tidak ada perbedaan diantara mereka. Selain itu nilai yang terkandung ketika
mereka berjalan beriringan dengan bakul diatas kepala dan tidak boleh memotong
jalan barisan mencerminkan keikhlasan serta kesabaran dalam setiap perbuatan
yang dilakukan. Adapun nilai kesopanan terlihat ketika sepanjang perjalanan
mereka tidak boleh berbicara ataupun menoleh. Dalam prosesi bisok meniq ini
juga terdapat nilai agama yaitu ketika syarat yang dipebolehkan untuk mencuci
beras adalah seseorang yang sedang dalam keadaan suci, memperlihatkan bagaimana
masyarakat adat Bayan menjunjung tinggi nilai kebersihan dan menjaga kesucian
dari tradisi mulud adat yang akan dilaksanakan.
Sungguh terlihat indah, masyarakat
yang arif dan bersahaja serta tradisi yang begitu dijunjung tinggi patut disandingkan
dengan Suku Sasak Bayan, mereka bersatu dalam kebersamaan menjalankan tradisi
yang sudah dilakukan turun temurun membuat nilai kekeluargaan tertanam begitu
dalam pada lubuk hati setiap masyarakat adat Suku Sasak Bayan.


Wow bermanfaat sekali. Terima kasih informasinya
BalasHapusWhat a beautiful Lombok 😍
BalasHapusLombok surga dunia untuk saya,, terimakasi infonya.. bangga karna pernah lahir disurga ini ..
BalasHapusBangga menjadi orang lombok
BalasHapusMemenag bumi sasak kaya akan budaya, mantap
BalasHapusLombok memng terbaikkk.
BalasHapusSungguh bermamfaat bagi kita smua dan pnerus klak
Nice 😊
BalasHapusDitunggu postingan selanjutnya
trimakasih :)
Hapusinformasi yg bermaanfaat. terimakasih.
BalasHapusNice. Ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapusMenarik Rasanya Jika Membaca Tentang Budaya Sasak Yg Begitu Indah, Terimakasih Pengetahuan Baru nya, Sangat Bermanfaat :-)
BalasHapussmoga bisa sama sama melestarikan budaya sasak :)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusPostingannya menarik. Lumayan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
BalasHapusMantap !
trimakasih ditunggu postingan selanjutnya
HapusWow! Budaya dengan nilai yg sgt indah ya... tapi menurut saya nih ya tradisi itu harus sesuai dg syariat islam itu sendiri dong ya soalnya bberapa kali ngeliat foto baju adat yg dipake sangat jauh dari nilai maulid itu sendiri! Penulis kayanya harus neliti langsung nih ! 😊
BalasHapusPertanyaan itu memang sering muncul ketika melihat bedaya maulid adat
HapusNamun perlu diketahui bahwa agama dan budaya saling melengkapi satu sama lain
Agama tanpa budaya itu lumpuh begitupula sebaliknya budaya tanpa agama itu ngambang
Pd kegiatan maulid adat itu terdapat kegiatan agama dan kegiatan budaya
Kegiatan agamanya dilaksanakan di masjid kuno sementara kegiatan budayanya dilakukan di kampu/rumah adatnya
Banyak yg mengatakan bhwa pdhl ini kegiatan agama tp pakaiannya seperti itu, penjelasannwya dalam sejarahnya bahkan hingga saat ini kegiatan maulid adat tdk hanya dilikuti oleh umat islam saja tetapi boleh diikuti oleh seluruh agama baik itu hindu buda kristen, karena selain sebagai peringatan maulid adat, kegiatan tersebut jg sebagai salah satu wadah silaturrahmi seluruh umat beragama dan masyarakat
Dalam kegiatan tersebut jg semua org yg mengikuti diharuskan menggunakan pakaian adat supaya tdk terjadi kesenjangan sosial antara kaya dan miskin
HapusPostingan yang menarik. Oya min kenapa waktu bisok meniq itu perempuan harus dalam keadaan suci?
BalasHapusSuci maksudnya adlah tdk dlm masa haid
HapusKnp dmekian karena saat mencuci beras disungai dihawatirkan drah menstruasi itu hanyut mengenai beras yg dicuci itu , selain itu wanita yg dalam masa haid rentan terhadap gangguan jin atau sejenisnya sehingga dilakukan oleh wanita yg suci atau tdk dalam masa haid
azeeekkkk...
BalasHapusmantappp information
Info yang Sangat menarik. Lombok memang kaya akan budaya.
BalasHapusNice !! Ditunggu postingan selanjutnya 😊
BalasHapusinfonya yg bermanfaat.
BalasHapusjadi nambah wawasn tntak budaya sasak
Terimakasih tambahan informasinya
BalasHapus